Kue Perkawinan


Yak, postingan kali ini isinya tentang resep “Kue Perkawinan”, tapi bukan kue beneran, melainkan hanyalah sebuah pengandaian (bener ya pengandaian? pokoknya bukan kue beneran, atau apalah kalian menyebutnya haha).

Resep ini saya ambil dari sebuah undangan pernikahan teman saya, katanya sih idenya orisinil, tapi ya nggak tau lagi, soalnya saya nggak percaya kalau ini ide orisinilnya :p (bercanda, cuman buat manjangin tulisan). Ya, saya rasa idenya cukup bagus, bisa bikin saya senyum-senyum sendiri pas baca hehe… (tidak berarti saya gila).

Sebenernya sih ini mau saya bikin model gambar, tapi berhubung lagi males (padahal emang default-nya saya males) jadi ya… saya ketik biasa aja, tapi dijamin tetep seru/asyik/menghibur/apalah kalian menyebutnya hehe… Oke, ini resepnya, silakan dibaca…

Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan. Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan. Silakan mencoba!!!

Bahan :

  • 1 pria sehat,
  • 1 wanita sehat,
  • 100% komitmen,
  • 2 pasang restu orang tua,
  • 1 botol kasih saying murni.

Bumbu :

  • 1 balok besar humor,
  • 10% hasrat dan 90% cinta,
  • 25 gr rekreasi,
  • 1 bungkus doa,
  • 2 sendok teh telpon telponan,
  • 5 kali ibadah/hari (tapi lebih baik jika lebih dari itu. Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)

Tips :

  1. Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
  2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT  IBADAH, walaupun  agak jual mahal tapi mutunya terjamin)
  3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
  4. Gunakan kasih sayang  cap “ DAKWAH” yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak :

  1. Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga terasa niat yang murni.
  2. Siapkan Loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
  3. Masukkan niat yang murni ke dalam Loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
  4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya .
  5. Kue siap dinikmati.

hehe… bagaimana? asyik kan? Karena ini resep, jadi… bahan, bumbu atau lainnya bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera, tapi menurutku resep ini sudah cukup enak🙂.

Oke, sekian postingan kali ini, o iya mau nulis doa di sini juga deh buat temen saya yang mau nikah ini, selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warrohmah, tulisannya bener kan? kalau salah tolong diingetin di kolom komentar ya… (maksudnya biar ada yang komen :p). Ya udah deh sekian, silakan dicoba resepnya, kaya’nya emang enak tuh kawin kue perkawinannya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s