Tragedy 9/11, Pemicu Terbentuknya My Chemical Romance


Yak, postingan ini saya tulis sesuai janji saya di postingan “Yes!!! My Chemical Romance” yang akan mengulas sejarah terbentuknya My Chemical Romance. Oke, sebelumnya sekedar info bahwa postingan ini saya ambil dari majalah Hai Star tahun 2008, sudah basi ya… -___-” maklumlah baru bisa internetan bebas sekrang haha… Langsung ke topik aja ya… yuuuk… mari….

MCR terbentuk tahun 2001, diam-diam sejarah band ini erat hubungannya dengan tragedy 9/11 yang terjadi di Kota New York.

“Awalnya Saya ga berpikiran buat ngeband. Tapi peristiwa tertabraknya menara World Trade Center tanggal 11 September 2011 membuat Saya ngeband dengan serius,” kenang Gerard.

Seminggu setelah hari naas tersebut, Gerard mengajak rekannya, Matt Pelissier, yang gape bermain drum, untuk membentuk sebuah band. Sambil mencari-cari personil lain yang dianggap cocok dengan karakter bermusik mereka, Gerard menciptakan sebuah lagu berjudul Skyline and Turnstiles yang bercerita tentang perasaan Gerard terhadap tragedi 11 September tersebut. Continue reading

Color Theory : Quick Reference Sheet for Designers


Saya ingkar janji, ya ingkar janji, soalnya kemarin janji mau posting sejarah terbentuknya MCR sesuai postingan saya kemarin di “Yes!!!! MY Chemical Romance!!!!”, tapi apa boleh buat. lagi males merangkum jadinya ane isi pake ini dulu, tentang Teori Warna. Silakan menikmati dan memahami 🙂

Color Theory

Additive

Continue reading

Yes!!!! My Chemical Romance!!!!


MCR - Danger Days

Yup, My Chemical Romance/My Chem/MCR atau apalah adalah sebuah band rock yang paling saya suka sejak SMA, eh SMK ding hehe. Band ini asalnya dari New Jersey, yang dibentuk tahun 2011 bulan September lebih tepatnya. Saat ini, band ini beranggotakan Gerard Way (vokal), Mikey Way (bass), Ray Toro (lead guitar), Frank Iero (gitar), trus former member (drummer semua) Matt Pelissier, Bob Bryar, Mike Pedicone, entah kenapa MCR selalu kehilangan drummer :(. Saya akan bahas semua member termasuk former member di postingan saya selanjutnya (doakan saja semoga saya tidak malas). Pada postingan kali ini saya hanya membahas kenapa saya sangat menyukai band ini.

Oke, sebenarnya saya tau MCR semasa SMP kelas 2, kalo ga salah ya bener. Lagu yang pertama saya denger judulnya “I’m Not Okay”, ga cuman denger, liat video clip-nya juga sih, waktu liat pas di Stasiun TV lokal, lupa apa namanya (ga penting, abaikan). Waktu itu video klip yang saya liat pas versi live, jadi suaranya agak ga jelas dan gayanya acak-acakan, walopun ga begitu demen Continue reading

weekly photo challenge: textured (via kaldirimlar)


Cool, like it so much (:

weekly photo challenge: textured I used three pictures to make the image above. All shot by Android Vignette app. From left to right, Brussels Airport – walking to the gate Royal Museums of Fine Arts of Belgium – waiting for the tram in Rue Royale MIVB/STIB metro station – waiting for the metro … Read More

via kaldirimlar

Mengintip Windows 8

Aside


JAKARTA, RABU – Mekipun belum resmi diumumkan, Windows 8 sudah menarik perhatian banyak orang. Tak ayal, banyak juga yang menerka-nerka tentang fasilitas dan kemampuan yang bakal ada di Windows 8. Situs The Windows Club (www.thewindowsclub.com) sempat menguak sedikit tentang Windows anyar ini, seperti apa?

Menurut situs tersebut, Windows 8 memiliki antarmuka yang cukup cantik serta dioptimalkan untuk perangkat berlayar sentuh (touch screen), Microsoft menyebutnya sebagai gaya Metro (Metro style). Semua kontrol di Windows 8 sepertinya akan menyenangkan jika dilakukan lewat sentuhan. Begitupun dengan “rasa” browsing dengan Internet Explorer yang meletakkan tampilan situs tepat di tengah perangkat yang menggunakan Windows. Meski demikian, Windows 8 tetap dapat dipakai di perangkat PC desktop biasa dengan memakai mouse.

Aplikasi-aplikasi di Metro disebut-sebut lebih mudah “diajak” kerjasama serta dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan lebih baik. Sebagai contoh, kita bisa dengan mudah memilih lalu mengirim foto lewat email dari tempat berbeda, seperti: Facebook, Flickr (portal foto online) atau dari hard disk. File foto tadi, berikut file-file data lain, dengan mudah bisa disinkronisasikan ke perangkat lain yang menggunakan Windows 8 melalui internet (cloud) dengan bantuan layanan Sky Drive dari Microsoft.

Penyempurnaan Windows 7

Kalau kamu mengatan WIndows 7 adalah “keren”, maka Windows 8 merupakan penyempurnaan dari kata “keren” tadi. Perbaikan kinerja, keamanan, privasi, serta reliabilitas sistem adalah beberapa landasan utama yang disempurnakan dari Windows 7 untuk kemudian disuguhkan di Windows 8. Di versi anyar ini pula Microsoft menyempurnakan Task Manager-nya, Windows Explorer-nya, serta fleskibilitas yang lebih baik buat yang mau menggunakan banyak layar monitor (multi screen).

Bagaimana dengan kebutuhan hardware?

Pertanyaan di atas banyak dilayangkan oleh penggila Windows dengan sistem lawas. Tapi sebelumnya PCplus kasih info dulu nih kalau Windows 8 nantinya bisa berjalan di beragam sistem dengan beragam ukuran layar. Ia mendukung prosesor berbasis arsitektur ARM dan prosesor x86 (termasuk 32bit dan 64bit). Ini berarti selain di tablet PC Windows 8 juga bisa dijalankan di netbook, notebook atau desktop PC. Bahkan Microsoft mengklaim produknya ini bisa dijalankan mulai dari tablet berukuran 10 inci sampai layar berdefinisi tinggi ukuran 27 inci.

Bagaimana, mulai tertarik untuk mencoba? Bisa kok. Unduh saja versi preview developernya di http://msdn.microsoft.com/en-us/windows/apps/br229516. Selamat mencoba!

source: http://www.tabloidpcplus.com/2011/09/berita-teknologi/mengintip-windows-8/

Alasan Cove Reber Keluar dari Saosin

Aside


Memang sangat-sangat terlambat posting saya tentang keluarnya Cove dari Saosin ini (entah kenapa Saya identik dengan kata terlambat ini ): ) tapi tak apalah, Saya masih percaya masih banyak yang belum tahu kok alasan Cove *ditendang :p. Padahal Saya lagi suka-sukanya dengerin lagu Saosin (masih Cove) di album “In Search of Solid Ground” -nya, maklum walopun dirilisnya th 2009 tapi ane baru dapet album komplitnya 2011 sekarang ini *tepok jidat* (lagi-lagi telat, oh my…).

Awal mula saya tau berita ini sih sebenernya dari temen, dia bilang gini “eh vokalise Saosin metu lho”, trus saya bilang “ah, mosok se” Saya pun nggak menganggap serius obrolan itu. Trus pada saat saya googling cari info tentang katanya Saosin mau rekaman album baru lagi, eh ternyata ada berita itu (Cove keluar), seketika kaget, soalnya masih terbayang-nayang suaranya cove (pas lagi suka-sukanya dengerin ini). Lebih kaget lagi alasan ditendangnya Cove karena kebiasaan merokok dan mabuknya, oh tidaaak. Ya sudah ini beberapa alasan yang lebih detailnya:

1. Saosin : Cove Terlalu Banyak Rokok Dan Alkohol

Masih nggak jauh dari klarifikasi mengenai dicoretnya nama Cove dari personil Saosin. Justin Shekoski menambahkan pada forum website resmi Saosin jika mereka terpaksa harus mengeluarkan Cove akibat gaya hidupnya yang semakin mempengaruhi karir band. Kebiasaannya menghisap ganja dan minumminuman keras dinilai membuat kualitas vokalnya tidak terjaga sehingga membuat personil lainnya gusar.

“Cove itu tidak sebersih dari apa yang kalian bayangkan. Boleh dibilang saya dan dia sudah menghabiskan rokok dan ganja yang tidak terhitung lagi. Cove juga masih sering minum-minuman keras. Saya harap kalian tidak membuat persepsi tersendiri dari apa yang saya katakan karena setiap orang punya kebebasan tersendiri untuk melakukan apapun termasuk Cove. Hanya saja saya coba menjelaskan jika ketika semua itu mempunyai pengaruh yang buruk ke dalam tubuh Saosin. Seperti mencoba memukul dinding dengan tangan kosong,” papar sang gitaris.

Terdengar agak menyudutkan ya. Sampe saat ini belum ada tanggapan dari Cove Reber. Kira-kira jawaban apa yang bakalan dikeluarkannya. Kita tunggu saja.

2. Ditendang Saosin, Cove Reber Bikin Proyek Duo

Setelah nggak ada kabar ataupun klarifikasi lebih lanjut mengenai hengkangnya Cove Reber dari Saosin, akhirnya vokalis gimbal ini muncul juga. Bukan untuk memberi penjelasan yang memang masih menjadi pertanyaan banyak orang, tetapi sebuah kabar di mana kini Cove sedang mengerjakan sebuah proyek musik bersama salah seorang rekannya, Joey Brutalford.Berita ini langsung dikabarkan oleh Joy melalui blog pribadinya brutalford.tumblr.com

Masih belum ada bayangan seperti apa musik dari mereka berdua, kita tunggu saja.

3. Saosin : Klarifikasi Cabutnya Cove

Akhirnya pertanyaan mengenai cabutnya Cove dari Saosin terungkap juga. Tepatnya Rabu (10/8) lalu Justin Shekoski mengungkapkan lewat forum website resmi Saosin mengenai hal tersebut. Sang gitaris mengungkapkan jika Cove memang dikeluarkan dari band akibat menurunnya performa pengganti Anthony Green tersebut pada album terakhir mereka, In Search of Solid Ground yang keluar di pertengahan tahun 2009 lalu.

“Kami memutuskan untuk mengeluarkan Cove dari band karena memang peformanya sangat labil. Bukan hanya kualitas suara, tetapi aksinya di atas panggung. Ia tidak bisa memunculkan semangat di atas panggung seperti yang ada pada rekaman kami,” paparnya dalam forum tersebut.

Sayang banget ya..

4. Saosin Pasrah Ditinggal Vokalis

Cove Reber kini memang sudah nggak mengisi posisi vokal pada Saosin. Setelah lima tahun bersama, akhirnya Cove memutuskan untuk cabut dan melanjutkan hidupnya tanpa band yang membesarkan namanya tersebut. Kepergian vokalis yang masuk menggantikan Anthony Green di tahun 2004 lalu ini memang menjadi sebuah pukulan telak bagi personil lainnya di mana mereka sedang mengerjakan materi baru.

Lewat forum resmi Saosin, Beau mengungkapkan beberapa hal yang ia dan personil lainnya rasakan. Termasuk pula dengan pengerjaan materi baru tanpa diisi oleh seorang vokalis.

“Setelah 5 tahun bersama, akhirnya Cove dan kami memutuskan untuk berpisah. Setelah selama ini apa yang Saosin dapatkan, kini para personil lainnya pun belum tahu mengenai posisi vokalis. Apakah kami akan menemukan “Cove” baru atau menemukan penggantinya secara utuh,” papar Beau.

Sayang banget ya.. Goodluck , bro!

5. Saosin : Tetap Berjalan Tanpa Label Dan Vokalis

Di tengah pengerjaan materi barunya, ternyata Saosin nggak hanya kehilangan vokalisnya, Cove Reber saja. Di sisi lain Saosin kini berjalan nggak bareng labelnya, Virgin Records. Suasana duka memang sedang melanda band yang menyisakan Beau (gitar), justin (gitar), Chris (bass) dan Alex (drum). Tetapi di sisi lain mereka cukup senang karena akhirnya bisa membuat materi yang lebih bebas tanpa ada batasan dari label.

“Kami kini berjalan tanpa label. Artinya, kami bisa membuat materi dengan bebas dan semau kami. Kami tidak harus mengkhawatirkan tentang memilih single ataupun mengenai penjualan album. Cukup menyenangkan,” papar beau dalam catatannya di website resmi Saosin.

Sip, ditunggu materi barunya ya!

Tilian Pearson?

Itulah alasan-alasannya, sayang sekali ya gan! tapi sebentar lagi bakal ada gantinya, sepertinya pengganti paling memungkinkan adalah Tilian Pearson (ex-Tides of Man), soalnya sudah ada Demonya Saosin sama Tilian Pearson ini, judulnya Promise, emang beda sih, tapi tetep asyik nih band, apalagi sekarang jalan tanpa label, seperti yang disebutkan di atas, jadi lebih bebas. Semoga sukses dah buat Cove dan juga Saosin kedepannya.

source: http://iamathurtura.blogspot.com/2010/08/all-reason-why-cove-reber-out-from.html